Hukum Zakat Fitrah dengan Uang

Hukum Zakat Fitrah dengan Uang
Bagaimana Hukum Zakat Fitrah dengan Uang? Bolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang? Apakah harus memberikan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok beras?

DEMIKIAN pertanyaan yang selalu muncul tiap kali umat Islam memasuki hari-hari akhir bulan Ramadhan. Jelang Idul Fitri, seluruh umat Islam --anaka-anak hingga orang dewasa-- wajib membayar zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa (shaum).

Berbagai literatur menjelaskan, ada dua pendapat dalam hal bentuk zakat fitrah yakni
  1. Boleh dengan Uang
  2. Tidak Boleh dengan Uang --Harus berupa Makanan Pokok (Beras)
Ringkasnya: Zakat Fitrah boleh dalam bentuk beras dan uang. Artinya, dua-duanya boleh.

Detailnya, dalam hal Hukum Zakat Fitrah dengan Uang, ada dua pendapat:
  1. Boleh. Sebagian ulama membolehkan, bahkan dalam konteks kekinian, zakat fitrah dengan uang lebih bermanfaat atau lebih dibutuhkan mustahiq (fakir-miskin), apalagi di Indonesia sudah ada program beras miskin (raskin), yang artinya kaum fakir-miskin sudah ada beras dan mereka butuh uang untuk membeli lauk-pauknya.
  2. Tidak Boleh alias harus berupa beras, sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabat.
Rasulullah Saw memerintahkan umat Islam untuk mengeluarkan Zakat Fitrah sebanyak 1 sha’ kurma atau gandum kepada orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar zakat tersebut dibayarkan sebelum kaum Muslimin menjalankan Sholat Id. (HR. Bukhari).

Ulama yang Membolehkan Zakat Fitrah dengan Uang

Kalangan ulama yang membolehkan zakat fitrah dengan qimah (uang) a.l. Imam Hanafi yang berpendapat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang senilai bahan makanan hukumnya sah.

Abu Ja’far, salah seorang ulama Hanafi, bahkan mengatakan, membayar zakat fitrah dalam bentuk mata uang lebih utama daripada dalam bentuk bahan makanan. Alasannya, karena itu lebih dibutuhkan kaum fakir miskin dalam banyak kasus. 

Ulama yang mendukung pendapat Imam Hanafi ini antara lain Umar bin Abdul Aziz, Tsauri, Hasan Basri. Ibnu Taimiah dan Ibnu Qayyim dari ulama Hanbali juga mendukung pendapat ini.

Ulama yang Menolak Zakat Fitrah berupa Uang, Harus dengan Makanan Pokok

Ulama yang menyatakan  zakat fitrah hanya boleh dibayar dalam bentuk bahan makanan pokok masyarakat setempat (dalam hal ini beras untuk masyarakat Indonesia) antara lain Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad.

Menurut mereka, mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk mata uang tidak sah, kecuali dengan mekanisme mewakilkan untuk membeli bahan makanan.

Jadi, pada saat memberikan uang kepada amil, tujuannya adalah mewakilkam kepada amil untuk membeli bahan makanan lalu disalurkan kepada mustahiq.

Alasan pendapat ini adalah hadist di atas yang menyebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. memerintahkan mengeluarkan zakat dalam bentuk bahan makanan.

Zakat Fitrah dengan Uang Bisa Lebih Masalahat


Bahkan ada pendapat, kemaslahatan membayar zakat dalam bentuk uang pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Kebutuhan mustahik sangat beragam. Tidak hanya sebatas bahan makanan pokok.

Kadangkala memberikan bahan pokok (beras) kepada fakir-miskin, justru merugikan. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan yang lain, ia harus menjual lagi harta zakat yang ia terima dengan harga di bawah standar.

Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, alasan Rasulullah Saw pada waktu itu, memerintahkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok, karena kala itu, tidak semua orang memiliki dinar atau dirham. Akses mereka terhadap bahan pokok lebih mudah.

Dengan begitu, apabila beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk uang tentu akan membebani umat muslim. Maka, beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk bahan makanan pokok. Berbeda halnya saat ini, situasi telah berubah. Seseorang lebih mudah mendapatkan uang daripada bahan makanan pokok.

Demikian ulasan ringkas tentang Hukum Zakat Fitrah dengan Uang. Wallahu a'lam bish-shawabi. (http://inilahrisalahislam.blogspot.com).*

Baca Juga:
  1. Di Mana Sebaiknya Membayar Zakat Fitrah?
  2. Bayi Baru Lahir Wajib Zakat Fitrah Juga?
Links

Koleksi Desain Ucapan Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Koleksi Desain Ucapan Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran. 

MENGUCAPKAN Selamat Idul Fitri atau Selamat Lebaran bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dengan bertemu langsung, telepon, SMS, WhatsApp, Email, hingga status update media sosial.

Agar menarik, ucapan selamat idul fitri sebaiknya berupa desain gambar atau grafis. Berikut ini koleksi Desain Ucapan Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran yang bisa ditemukan di Google.

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Selamat Idul Fitri - Kartu Lebaran

Desain Selamat Idul Fitri atau Kartu Lebaran di atas dapat diedit kembali, juga dicetak, atau jadi gambar profil di media sosial selama lebaran. (http://inilahrisalahislam.blogspot.com).*

Baca Juga:
  1. Ucapan Selamat Idul Fitri sesuai Sunnah
  2. Hukum Mengucapkan Selamat Idul Fitri

Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallah



" السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "

   Makna kalimat لا اله الا لله ialah menyatakan bahwasanya tiada tuhan sesembahan yang haq kecuali Allah SWT. Adapun makna kalimat محمدا رسول لله ialah menyatakan bahwasanya kita harus mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW secara totalitas, yakni mengikuti apa yang dilakukanya dan apa yang dilarangnya.

Adapun makna tersirat dari kalimat tauhid
  • Dalam mengarahkan maksud tidak ditujukan kecuali pada Allah
  • Ta'dzim dan mahabbah dalam hal mengagungkan dan mencintai-Nya
  • Rasa takut atas siksa dan berharap atas ampunan dan janji-janji-Nya
  • Takwa, yaitu takut pada kemurkaan dan hukuman Allah SWT.
   Ikrar Laa Ilaaha Illallah ( لا اله الا لله ) bersifat komfrehensif, yang mencakup beberapa pengertian

Adapun pengertian Ikrar Laa Ilaaha Illallah ( لا اله الا لله ) yang bersifat komfrehensih



Laa Khaliqa Illallah

   Artinya, tiada yang maha mencipta kecuali Allah SWT. Seluruh alam raya dan bahkan seisinya ialah milik Allah SWT. Tidak ada yang maha mencipta selain Allah SWT. Tanpa-Nya maka tidak mungkin akan ada alam semesta yang indah dan rapi ini. Jangankan menciptakan yang lain, pencipta selain Allah saja apabila disuruh oleh Allah untuk menciptakan dirinya sendiri saja tidak bisa.

مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا

Aku tidak menghadirkan mereka itu dapat menciptaan langit dan bumi dan tidak juga menyaksikan atas kejadian diri mereka sendiri, dan tidaklah Aku menjadikan orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (QS Al Kahfi : 51)


Laa Raziqa Illallah


   Artinya, tiada yang memberi rezeki kecuali Allah. Dia-lah yang memberi rezeki kepada semua makhluk. Dia-lah yang memberi rezeki kepada yang mukmin, yang kafir ataupun yang taat, yang memohon kepada-Nya ataupun yang sombong. Dia-lah satu-satunya yang berhak menentukan dalam pembagian rezeki-Nya.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚإِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS Al Isra : 30)

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖنَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚإِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (QS Al Isra : 30

Laa Maalika Illallah

   Artinya, tiada yang maha memiliki kecuali Allah. Alam raya dan seluruh isinya ialah milik Allah dan semua kebutuhan-kebutuhanya dicukupi oleh Allah SWT. Allah ialah pemilik tunggal dan tiada yang lainya. 

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى

Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang di bumi, apa yang ada di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah (QS At Taha : 6)

Laa Mulka Illallah

   Artinya, tiada yang memiliki kerajaan kecuali Allah SWT. Allah ialah pemilik alam semesta dan menguasainya. Tiada penguasa lain selain Allah SWT. Tiada partikel sekecil apapun yang lepas dari kekuasaanya. Semua makhluk tidaklah berdaya apabila Allah tidak memberinya kekuatan.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah, "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau mencabut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. 
(QS Al Imran : 26)


 تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)". (Al Imran : 27)

Laa Hukma Illallah

   Artinya, tiada hukum kecuali Allah SWT. Yang dimaksud dengan pengertian tersebut ialah karena Allah SWT lah yang berhak menentukan hukum. Hukum Allah yang telah berjalan sejak dunia ini ada hingga hari kiamat ada tiga macam, yaitu :

1) Hukum akal
2) Hukum adat
3) Hukum Syara'

Laa Waliya Illallah

   Artinya, tiada wali kecuali Allah. Wali dalam Al Quran memilliki banyak pengertian, antara lain pemimpin, pelindung, atau teman hidup. Sedangkan arti dari Laa Waliya Illallah ialah tiada pemimpin yang harus ditaati kecuali Allah.

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah : 257)

Laa Hakima Illallah

   Artinya, tiada hakim kecuali Allah SWT. Satu-satunya hakim yang akan mengadili dan menghukum manusia hanyalah Allah SWT. Tiada hakim selain-Nya. Allah lah hakim yang paling adil diantara hakim-hakim lainya.


أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ
Bukankah Allah hakim yang paling adil? (QS At Tin : 8)

Laa Ghayata Illallah

   Artinya, tiada yang dituju kecuali Allah SWT. Manusia dan makhluk lainya diciptakan oleh Allah dengan tujuan tertentu. Tujuan itu ialah sepenuhnya mengabdi dan beribadah pada-Nya. 


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Laa Ma'buda Illallah


   Artinya, tiada yang berhak diibadahi dengan sebenar-benarnya kecuali Allah. Semua kandungan makna yang ada dalam kalimat Laa Ilaaha Illallah apabila diringkas maka tersimpul dalam suatu arti Laa Ma'buda Bihaqqin Illallah. Tiada pengabdian kecuali kepada Allah, tiada penghambaan diri kecuali pada Allah. 
   Pada hakekatnya manusia hidup hanyalah untuk mengabdi pada Allah. Dan oleh karena itu bila semasa hidupnya tidak mengabdi pada Allah maka tiada hidup baginya. Tiada hidup yang berarti mati, ia mati sebelum matinya. Tetapi apabila hidupnya untuk mengabdi pada Allah, maka seluruh aktivitasnya di dunia hidup sepanjang masa tanpa ada batas kematian. Walaupun jasadnya telah mati dan menjadi tanah.

وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS Al Imron : 169)


فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 
(QS Al Imron : 170)

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS Al Imron : 171)

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ
(Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. (QS Al Imron : 172)

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS Al Imron : 173)



Alhamdulillah, demikianlah "Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallah" Semoga bermanfaat bagi kita seorang muslim. Aaamiiin

" وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "

Shalat Witir, Apakah Harus Sekaligus 3 Rokaat atau Boleh 2 Rakaat + 1 Rakaat?

Shalat Witir
Shalat Witir, Apakah Harus 3 Rokaat Sekaligus atau Boleh 2 Rakaat + 1 Rakaat?

TANYA:
Tata cara shalat witir 3 rakaat yang saya lakukan adalah 2 rakaat satu salam lalu 1 rakaat dan salam, apakah itu benar? Ada juga yang menyebutkan 3 rakaat disekaliguskan itu tidak boleh, ada juga yang membolehkan, yang mana yang benar?

JAWAB:  Dari berbagai hadits dapat disimpulkan, Nabi Muhammad Saw mencontohkan, shalat witir itu dilakukan sekaligus, satu rakaat atau tiga rokaat. Jika tiga rokaat, tidak "dicicil" dua rokaat dulu, salam, lalu shalat lagi satu rokaat.

Yang jelas, witir adalah shalat sunat dengan jumlah rokaat ganjil, bisa satu rakaat saja, bisa juga tiga rokaat sekali salam.

Berikut ini sejumlah hadits tentang shalat malam Rasulullah Saw, termasuk shalat witir, sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Fiqh Sunnah.

Zaid bin Kholid Al Juhani mengatakan, "Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Beliau pun melaksanakan 2 rakaat ringan. Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 rakaat yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan shalat 2 rakaat yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 rakaat lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Beliau pun lakukan shalat 2 rakaat yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 rakaat lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu terakhir beliau berwitir (shalat witir satu rokaat) sehingga jadilah beliau laksanakan shalat malam ketika itu 13 rakaat.” (HR. Muslim)

Dalam hadits di atas, berarti Nabi Saw melaksanakan witir dengan satu rakaat.

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang shalat malam. Maka Rasulullah Saw bersabda:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى


“Shalat malam (tahajud) itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah dia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

"Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang witir, dia menjawab; Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Satu rakaat dari akhir (shalat) malam."dan saya bertanya kepada Ibnu Umar maka beliau menjawab; Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Satu rakaat dari akhir (shalat) malam." (HR Muslim).

Dari Aisyah, ia berkata:

يُصَلِّى فِى الْحُجْرَةِ وَأَنَا فِى الْبَيْتِ فَيَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ


“Rasulullah Saw shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau memisahkan antara rakaat yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad).

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al-Baihaqi).

Dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang suka mengerjakan sholat witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud dan An-Nasai).

Demikian tata cara shalat witir sebagaimana dijelaskan dalam hadits. Wallahu A'lam bish-shawabi. (http://inilahrisalahislam.blogspot.com).*

Tips Meraih Malam Lailatul Qodar

Lailatul Qodar
Lailatul Qadar adalah Malam Penuh Keberkahan dan Kemuliaan. Bagaimana cara meraih malam Lailatul Qodar?

LAILATUL Qodar adalah sebutan bagi suatu malam penuh keberkahan dan kemuliaan yang hanya terjadi di bulan Ramadhan.

Orang yang mengalami atau mendapatkan malam Lailatul Qodar, dijamin oleh Allah SWT akan mendapatkan ampunan segala dosa dan hidupnya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Apa sebenarnya Malam Lailatul Qodar? Kapan terjadinya Lailatul Qadar? Bagaimana cara mendapatkannya?



Pengertian Lailatul Qodar

Secara harfiyah ‘Lailatul Qodar’ artinya “malam ukuran” atau ”malam penetapan”. Secara istilah, para ulama memaknai Lailatul Qodar dengan sebutan "malam yang agung" atau "malam yang mulia".

Ada juga pendapat, Lailatul Qodar artinya ”Malam Penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia”.

Keberadaan Lailatul Qodar ditegaskan dalam Al-Quran.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

Diturunkannya Al-Quran pada malam itu (QS. Al-Qodar:1-5) dipahami sebagai ”penetapan jalan hidup manusia”, yakni jalan hidup manusia harus sesuai dengan panduan Al-Quran.

Pada malam itu, para malaikat --termasuk “ruh” (Jibril)-- turun ke bumi untuk menghampiri dan mengucapkan salam kepada hamba-hamba Allah yang sedang Qiyamul Lail atau melakukan dzikir. Pada malam itu, pintu-pintu langit dibuka, Allah menerima tobat para hamba-Nya (HR. Abdullah bin Abbas).

Menurut Anas bin Malik, yang dimaksud dengan keutamaan Lailatul Qodar adalah ibadah seperti shalat, tilawah Al-Qur'an, dzikir, dan amal sosial (seperti zakat, infak, sedekah) yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa yang dilakukan selama seribu bulan.

Orang yang menghidupkan malam Lailatul Qodar dengan banyak ibadah dan mendapatkan, maka akan diampuni semua dosanya.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim).

Kapan Waktu Lailatul Qodar?

Yang menariknya, Allah dan Rasulnya tidak menentukan tanggal atau kapan persisnya malam kemuliaan itu tiba. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan persis terjadinya Lailatul Qodar karena beragamnya informasi hadits Rasulullah serta pemahaman para sahabat:
  1. Malam ke-27 (HR. Iman Ahmad, Thabroni, dan Baihaqi).
  2. Malam 17 Ramadhan, malam diturunkannya Al-Quran (Nuzulul Quran).
  3. Malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan (HR. Bukhori, Muslim, dan Baihaqi).
  4. Malam tanggal 21 Ramadhan
  5. Malam tanggal 23 Ramadhan.
  6. Pada tujuh malam terakhir (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai pegangan, kita bisa menarik kesimpulan, Lailatul Qodar terjadi pada malam ganjil dalam 10 terakhir bulan Ramadhan. Dengan demikian, “perburuan” malam itu bisa dilakukan mulai malam ke-21 hingga ke-29 Ramadhan, utamanya dengan i’tikaf di masjid.

Tanda-Tanda Lailatul Qodar

Tanda-tanda Lailatul Qodar itu antara lain suasana malam itu terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk, tidak terasa panas, tidak juga dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih, terang-benderang, tanpa tertutup awan (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Tanda yang paling jelas tentang kehadiran Lailatul Qodar bagi seseorang adalah kedamaian dan ketenangan batinnya sehingga benar-benar menikmati kedekatan dengan Allah melalui ibadah pada malam itu.

Demi menggapai Lailatul Qodar, umat Islam diizinkan untuk hidup seperti pertapa, yakni i’tikaf, mengurung diri di dalam masjid, menyibukkan diri dengan sholat, dzikir, doa, dan pengkajian Al-Quran dan As-Sunnah, juga menggali hikmah di balik segala fenomena kehidupan, serta menjauhi segala urusan duniawi.

Tanda Penemu Lailatul Qodar: Berubah Lebih Baik

Orang yang menemui Lailatul Qodar akan berubah kehidupannya menjadi jauh lebih baik dan mulia. Para malaikat yang ”menemu jiwanya” malam itu, akan tetap hadir memberikan bimbingan dalam hidupnya hingga akhir hayat.

Dengan kehadiran “semangat kebaikan” yang ditanamkan atau dibisikkan malaikat itu, bisikan nafsu dan setan akan terpinggirkan, takkan mampu mengalahkan pengaruh bisikan kebaikan malaikat.

Pandangan demikian mendapatkan “pembenaran sejarah”. Lailatul Qodar yang ditemui Muhammad Saw pertama kali adalah ketika beliau menyendiri di Gua Hira, merenung tentang kondisi diri sendiri dan masyarakat.

Dalam kesucian dirinya, turunlah “Ar-Ruh” (Malaikat Jibril) membawa wahyu sehingga terjadilah perubahan total hidup Muhammad sekaligus mengubah peradaban dunia.

Risalah Islam memberikan panduan, untuk meraih malam Lailatul Qodar itu, kita dianjurkan I'tikaf di masjid, berdiam diri untuk fokus dan khusus beribadah kepada Allah SWT, dengan dzikir, doa, baca Quran, dan mendalami ajaran Islam.

Semoga kita mampu meraih Lailatul Qodar agar mendapatkan keberkahan, kemuliaan, dan perubahan dalam hidup kita supaya lebih baik. Amin Ya Rabbal 'Alamin....! (http://inilahrisalahislam.blogspot.com).*

Hal-Hal Yang Paling Banyak Memasukan Manusia ke Surga dan Neraka


" السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "



   Hal-hal yang paling banyak memasukan manusia ke surga dan neraka sebelumnya telah dijelaskan dengan jelas dalam salah satu hadits dari Rasulullah SAW.


Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai hal apa saja yang banyak memasukan manusia ke surga, maka rasulullah berkata "Bertakwa pada Allah dan Akhlak yang baik". Dan beliau pernah ditanya juga mengenai hal apa saja yang banyak menyebabkan manusia masuk ke neraka, maka beliau berkata "mulut dan kemaluan".

INTRO

   Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwasanya terdapat dua faktor terbesar yang menyebabkan banyak manusia masuk ke surga dan dua faktor yang menyebabkan banyak manusia masuk ke dalam neraka.

  • Faktor terbesar manusia masuk ke surga karena : bertakwa kepada Allah SWT dan akhlak yang baik.
  • Faktor terbesar manusia masuk ke neraka karena : mulut dan kemaluan.


Penjelasan 

  • Faktor terbesar manusia masuk ke surga


   Surga ialah dambaan dan impian setiap orang muslimin dan muslimat. Surga ialah tempat kenimatan bagi orang muslimin dan muslimat. Namun demikian masih banyak sekali orang muslimin dan muslimat gagal masuk ke surga karena faktor-faktor tertentu. Sedangkan ada juga yang belum mengetahui syarat dan ketentuan untuk masuk ke surga. Dalam keadaan inilah dimana peran ilmu mengenai islam sangatlah penting.
   Faktor yang paling banyak memasukan manusia ke dalam surga ialah bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik. Bertakwa pada Allah dan berakhlak baik ialah dua pondasi kebahagiaan dunia dan akhirat, karena takwa kepada Allah adalah mu'amalat yang baik dengan Allah SWT. Dan Akhlak yang baik adalah mu'amalat yang baik dengan sesama makhluk.

  • Faktor terbesar manusia masuk ke neraka


   Secara bahasa neraka berasal dari kata naar yang dalam bahasa Indonesia berarti Api. Sedangkan menurut istilah neraka berarti tempat yang digunakan sebagai balasan ataupun siksaan bagi orang yang berbuat dosa maupun kesalahan. 

   Adapun beberapa nama neraka yang disebutkan dalam Al Quran : 
An-Naar
Al-Jahannam
Al-Jahim
As-Sa’ir
As-Saqar
Al-Hawiyah
Al-Huthamah

   Adapun faktor terbesar yang mengakibatkan manusia masuk ke dalam neraka ialah mulut dan kemaluan. Maksud dari mulut dan kemaluan itu ialah mengikuti syahwat mulut dan kemaluan tanpa ajaran Islam yang haqq adalah asal muasal penderitaan di dunia akhirat.
   Dan oleh sebab itu terdapat kesimpulan bahwasanya seorang muslim wajib hukumnya menjaga mulut dan kemaluanya dari hal-hal yang haram dan berbau dosa.


Alhamdulillah, Demikianlah terkait "Hal-Hal Yang Paling Banyak Memasukan Manusia ke Surga dan Neraka". Semoga kita sebagai umat muslim dapat menuju ke dalam surga Allah yang penuh nikmat-Nya. Aaamiin

" وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "

Islam Didirikan Atas 5 Perkara


" السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "

عَنْ اَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ الْاِسْلَامُ عَلَي خَمْسٍ : شَهَادَةِ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّا اللّهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ وَ اِقَامِ الصّلَاةِ وَ اِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَ حَجِّ الْبَيْتِ وَ صَوْمِ رَمَضانَ (رواه البخاري و مسلم

Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: "Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, membayar zakat, berhaji ke baitillah, dan berpuasa pada bulan Romadhon.”(HR.Bukhori dan Muslim)

Penjelasan

   Berdasarkan hadits tersebut bahwasanya ditunjukan bahwa islam didirikan atas 5 perkara. Hal tersebut menjelaskan mengenai betapa pentingnya 5 perkara tersebut. Bagaikan sebuah bangunan, agar bangunan tersebut dapat berdiri tegak maka diperlukan tiang-tiang yang mendirikanya. Dan bila tiang-tiang itu lemah maka yang terjadi ialah bangunan itu akan roboh. Tiang-tiang itulah perumpamaan dari 5 perkara tersebut. Bila 5 perkara itu tidak dilaksanakan dan dijaga baik oleh kaum muslimin maka yang terjadi ialah robohnya islam.


Adapun 5 perkara tersebut ialah :
  • Bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah
  • Menegakkan sholat
  • Membayar zakat
  • Berhaji ke baitillah
  • Berpuasa pada bulan Romadhon
Penjelasan mengenai 5 perkara tersebut :

  • Bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah

   Mengucapkan kalimat syahadat merupakan poin yang sangatlah penting dalam membangun islam. Hal ini dikarenakan dengan seorang muslim mengucapkan syahadat dapat diartikan ia telah berikrar bahwasanya kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Dan dengan ikrarnya itu hendaknya seorang muslim harus mempertanggung jawabkan ikrarnya dengan membangun islam.
  • Menegakkan sholat

 Mendirikan shalat merupakan perkara yang penting setelah 2 kalimat syahadat. Bahwasanya Rasulullah pernah bersabda mengenai menegakkan shalat

"barang siapa menegakkan shalat maka ia telah menegakkan agamanya dan barang siapa meninggalkan shalat berarti ia meruntuhkan agamanya"

   Dikarenakan disiplin waktu sangatlah penting bagi manusia dalam menjalani kehidupanya. Dan menjalankan shalat tepat pada waktunya maka secara tidak langsung kita sedang belajar disiplin waktu.
  • Membayar zakat

   Zakat merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini dikarenakan membayar zakat dapat melatih rasa sosialis, dermawan, ikhlas, dan lainya. Dengan itulah Allah secara tidak langsung sedang melatih kita dengan perintah membayar zakat. Sikap-sikap muslim yang seperti itulah  yang dibutuhkan untuk membangun islam.

  • Berhaji ke baitillah

   Ibadah haji merupakan ibadah materi dan fisik. Allah SWT mewajibkan ibadah haji ini hanya untuk sesekali dalam seumur hidup. Adapun keutamaan berhaji seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah :

مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَ لَمْ يَفسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ


"Barangsiapa yang berhaji menuju Baitullaah ini, tidak melakukan rafats (jima, dan hal-hal yang menuju ke sana) dan tidak berbuat fasiq, maka dia pulang seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya." (HR. Bukhari 1820 dan Muslim 1350)

الْعُمْرَةُ الَي الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَ الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلّا الْجَنَّةُ

"Umrah yang satu ke umrah yang lainnya merupakan kaffarah (penghapus) bagi dosa yang ada diantara keduanya. Dan hajji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga." 
(HR. Muslim no. 1349)


  • Berpuasa pada bulan Romadhon

   Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah fisik. Dimana seorang muslim harus menahan dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar samapai dengan tenggelamnya fajar. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada Al Quran Surat Al Baqarah 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

   Dengan berpuasa maka dapat melatih diri kita untuk bersabar, merasakan bagaimana orang miskin yang tidak makan dan minum, serta melatih kepedulian kita.

Alhamdulillah, Demikian "Islam Didirikan Atas 5 Perkara". Semoga dengan ini keimanan kita sebagai seorang muslim terus bertambah pada Allah. Aaamiiin.
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan maupun tutur kata yang tidak pas.


" وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "

Apabila Anak Adam Mati Terputuslah Amalnya, Kecuali 3 Perkara


" السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:  إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ،   وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : “ Apabila anak Adam mati maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya ”

Maksud dari Hadits tersebut ialah

   Apabila seorang anak Adam mati maka terputuslah seluruh amalnya, namun terdapat 3 perkara dimana amal seorang anak Adam itu akan terus mengalir walaupun ia sudah wafat.

Perkara tersebut meliputi
  • Sedekah jariyah
  • Ilmu yang bermanfaat
  • Anak Shalih yang mendoakanya
Penjelasan mengenai 3 perkara tersebut


  • Sedekah jariyah

   Segala hal yang disedekahkan seorang anak Adam dalam hal kebaikan pada semasa hidupnya merupakan sedekah. Sedekah inilah yang nantinya akan menjadi salah satu amal yang tidak terputus seusai anak Adam tersebut wafat. Namun dengan syarat sedekah tersebut senantiasa dimanfaatkan dalam hal kebaikan. Semisalnya Kita membangun masjid untuk umum dengan maksud atau niat untuk bersedekah kepada masyarakat, dan ketika kita wafat dan masjid yang kita tinggalkan tersebut terus digunakan oleh masyarakat dalam hal kebaikan seperti beribadah pada Allah dan lainya. Maka amal kita tidak akan terputus selagi masjid tersebut masih digunakan untuk berbuat kebaikan
  • Ilmu yang bermanfaat

   Sama seperti sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat juga merupakan amal yang tidak terputus walau anak Adam tersebut sudah meninggal. Segala ilmu dalam hal kebaikan yang kita ajarkan pada orang lain merupakan Ilmu yang bermanfaat. Dengan syarat ilmu itu terus diajarkan kepada orang lain dengan benar. 
   Semisalnya kita mengajarkan kepada anak kecil mengenai rukun iman dan islam, sehingga anak kecil itu pun menjadi tau mengenai Apa itu iman dan Apa itu islam. Setelah itu si anak kecil itu pun ketika besarnya ia mengajari anak kecil juga mengenai rukun islam dan rukun iman bekal dari apa yang kita ajarkan dan begitu juga seterusnya. Maka amal kita akan mengalir walaupun apabila kita sudah wafat.

  • Anak Shalih yang mendoakanya

   Perkara yang ke tiga ialah anak shalih yang mendoakanya. Mempunyai anak yang shalih merupakan impian dan nikmat yang besar bagi seorang muslim. Apalagi anak shalih yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Dengan doa - doa anak shalih inilah tercipta amalan yang tidak terputus walau seorang anak Adam telah wafat.
   Sedangkan istilah mendoakan anak Adam yang telah wafat ini sudah ada sejak zaman Rasulullah seperti dalam Surat Al Hasyr 10.

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ 

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (QS Al Hasyr : 10)


Alhamdulillah, demikianlah "Apabila Anak Adam Mati Terputuslah Amalnya, Kecuali 3 Perkara". Semoga kita sebagai muslim dapat mendapatkan 3 perkara tersebut untuk bekal kita di akhirat. Aaamiin
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan

" وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "